\

Tasyakuran Revitalisasi Makam Raden Aria Santika & Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama Kecamatan Batuceper menggelar Tasyakuran Revitalisasi Makam Raden Aria Santika yang dipadukan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang dihadiri Wakil Wali Kota Tangerang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Camat Batuceper, tokoh masyarakat, ulama, serta warga sekitar ini menjadi momentum penting dalam merawat sejarah dan memperkuat nilai religius di tengah masyarakat.

Acara diawali dengan pembacaan doa dan tahlil bersama sebagai ungkapan syukur atas selesainya revitalisasi makam, yang kini tampil lebih tertata, nyaman, dan layak sebagai salah satu situs bersejarah Kota Tangerang. Revitalisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam melestarikan warisan budaya lokal sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk lebih mengenal para tokoh pendiri daerah.

Raden Aria Santika dikenal sebagai salah satu dari tiga tokoh penting yang membangun Tangerang pada masa awal, bersama Raden Aria Wangsakara dan Raden Aria Yudha Negara. Ketiganya disebut sebagai "Tiga Raksa" atau "Tiga Tumenggung" dari Sumedang Larang, yang memiliki peran besar dalam membentuk tatanan masyarakat dan wilayah Tangerang. Sebagai seorang ulama dan pejuang, Raden Aria Santika tidak hanya berjuang secara fisik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islam dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam rangkaian kegiatan ini turut menghadirkan tausiah yang mengajak masyarakat meneladani akhlak Rasulullah. Nilai-nilai kasih sayang, kebijaksanaan, dan kepedulian sosial yang diajarkan Nabi diharapkan dapat menjadi landasan dalam membangun kehidupan masyarakat Tangerang yang harmonis.

Wakil Wali Kota Tangerang dalam sambutannya menyampaikan bahwa revitalisasi makam tokoh sejarah bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga upaya menghidupkan kembali memori kolektif tentang perjuangan para pendahulu. Ia menegaskan bahwa pelestarian sejarah harus berjalan seiring dengan penguatan spiritual, sehingga generasi muda dapat mengenal asal-usul daerahnya sekaligus memiliki karakter yang kuat.

Dengan berlangsungnya tasyakuran dan peringatan Maulid Nabi ini, pemerintah dan masyarakat berharap agar situs makam Raden Aria Santika dapat menjadi ruang edukasi sejarah, destinasi religi, serta pusat kegiatan budaya yang bermanfaat bagi generasi sekarang dan mendatang.

BERITA LAINNYA