Kota Tangerang Perkuat Kolaborasi Kebudayaan melalui Jabodetabek Connected 2026
TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang turut memperkuat kolaborasi kebudayaan di kawasan aglomerasi melalui kegiatan Jabodetabek Connected 2026: “Nyambungin Kota, Nyambungin Budaya” yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta di Paviliun Raden Saleh, Taman Ismail Marzuki, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antardaerah di kawasan Jabodetabek, khususnya dalam upaya pemajuan dan pelestarian kebudayaan. Momentum ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan lima pemerintah kota, yakni Kota Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Bekasi.
Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi pemajuan kebudayaan, khususnya kebudayaan Betawi, pelestarian cagar budaya, serta penguatan jejaring permuseuman di kawasan aglomerasi.
Bagi Kota Tangerang, kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring kebudayaan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan daerah-daerah di kawasan Jabodetabek.
Kawasan aglomerasi yang memiliki keterhubungan secara geografis, historis, dan sosial membutuhkan sinergi lintas wilayah dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya. Melalui kerja sama ini, berbagai potensi kebudayaan di masing-masing daerah diharapkan dapat saling diperkenalkan, dikembangkan, dan dipromosikan kepada masyarakat.
Selain penandatanganan PKS, kegiatan Jabodetabek Connected 2026 juga menghadirkan talkshow yang membahas pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam membangun ekosistem kebudayaan yang semakin kuat.
Talkshow tersebut menghadirkan sejarawan JJ Rizal, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Fadhilannisa Apridini, serta Lita Rahmiati dari Kementerian Kebudayaan. Diskusi membahas berbagai perspektif mengenai pengembangan kebudayaan di kawasan perkotaan yang memiliki hubungan dan mobilitas masyarakat yang tinggi.
Disbudpar Kota Tangerang memandang kolaborasi lintas daerah sebagai bagian penting dalam upaya menjaga identitas dan warisan budaya di tengah perkembangan kawasan perkotaan. Sinergi tersebut juga diharapkan dapat mendorong lahirnya berbagai program kebudayaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui semangat “Nyambungin Kota, Nyambungin Budaya”, Kota Tangerang berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi dengan daerah lain dalam memajukan kebudayaan, melestarikan cagar budaya, serta memperkuat jejaring permuseuman di kawasan Jabodetabek.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terciptanya ekosistem kebudayaan Jabodetabek yang lebih terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan warisan budaya tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.